Wajib Tahu! 3 Jenis Biang Keringat Pada Bayi

Wajib Tahu! 3 Jenis Biang Keringat Pada Bayi

Biang keringat atau miliaria adalah masalah yang terjadi pada kulit, dimana muncul ruam kecil berwarna merah menonjol dan cenderung terasa gatal. Biang keringat umumnya sering terjadi pada bayi karena kulit bayi masih sangat sensitif, itulah mengapa biang keringat pada bayi kerap dijumpai.

Biang keringat umumnya muncul di bagian-bagian lipatan tubuh yang tertutup pakaian dan juga terkena gesekan dari pakaian. Bahkan tak jarang biang keringat pada bayi juga muncul di kulit kepala. Namun tahukah Anda bahwa berdasarkan perbedaan kelainan yang timbul di kulit, biang keringat terbagi menjadi 3 jenis diantaranya

  1. Miliaria kristalina

Adalah biang keringat yang gejalanya paling ringan karena hanya berupa lenting yang berisi air. Sumbatan ini terjadi di bagian atas dari lapisan kulit, dan umumnya dapat pecah dengan sendirinya tanpa menimbulkan bekas.

Lokasi biang keringat miliaria kristalina umumnya muncul pada bagian punggung, dada, leher, dan dahi. Ciri-ciri miliaria kristalina adalah gelembung-gelembungnya berukuran kecil hanya 1 hingga 2 mm, lentingannya jernih seperti tetesan air, dan tanpa disertai kulit yang memerah.

  1. Miliaria rubra

Yang kedua adalah miliaria rubra, yang sumbatannya terjadi di bagian tengah lapisan kulit. Biang keringat jenis ini memiliki ruam yang lebih dalam jika dibandingkan dengan biang keringat jenis kristalina, karena sudah mulai memasuki fase peradangan sehingga bentuknya sudah berbintil merah.

Miliaria rubra umumnya muncul di bagian-bagian tubuh yang tergesek dan tertutup pakaian. Ciri-cirinya adalah gelembung yang kecil dengan ukuran sama dengan biang keringat jenis kristalina yaitu 1 hingga 2 mm namun berwarna kemerahan. Gelembung dapat menyebar maupun berkelompok, dan terasa gatal disertai pedih saat berkeringat.

  1. Miliaria profunda

Yang terakhir adalah miliaria profunda. Biang keringat ini termasuk dalam kategori berat dan umumnya jarang muncul pada anak-anak melainkan kerap muncul pada orang dewasa. Sumbatannya terjadi di bagian dalam lapisan kulit, penampakannya lebih keras, lebih besar dan berwarna putih.

Biang keringat jenis ini memiliki ukuran 1 hingga 3 mm, tidak menimbulkan rasa gatal dan jarang sekali dijumpai. Jika dijumpai pun lokasi umumnya adalah bagian lengan dan tungkai.

Selain karena pori-pori bayi yang lebih kecil, biang keringat kerap muncul pada bayi karena pengaturan suhu tubuh bayi belum sempurna. Selain itu, kelenjar keringat bayi juga belum berkembang sepenuhnya sehingga belum dapat mengeluarkan keringat dengan baik.

Biang keringat memang tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun Anda juga perlu waspada dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika kondisi biang keringat semakin mengganggu, tak kunjung hilang serta mulai muncul gejala infeksi sekunder pada kulit.

Gejala infeksi sekunder adalah bintil-bintil yang mengeluarkan nanah, membengkak, kemerahan, dan terasa sakit. Selain itu tubuh mengalami demam dan menggigil.

Demikianlah 3 jenis biang keringat pada bayi. Semoga informasi ini bermanfaat!