Bagaimana Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet?

Menurut terminologinya, daftar pustaka adalah susunan tulisan yang letaknya berada di akhir karya ilmiah. Tujuannya untuk menguatkan tulisan, menghindari plagiarisme, dan juga formalitas. Selain buku, koran, ataupun jurnal, sumber rujukan juga bisa didapat dari internet. Berikut cara menulis daftar pustaka dari internet yang bisa diterapkan.

Penuhi Syarat-syaratnya

Kesalahan yang biasa terjadi itu terkait dengan format penulisan dan ketidakakuratan dalam pencarian sumber. Padahal kualitas sumber memiliki kedudukan utama karena bisa jadi hasil tulisan akan dikonsumsi oleh publik. Bisa dibilang, bahwa sumber yang valid dan berkualitas merupakan syarat wajib dalam penulisan karya ilmiah apa pun.

Gunakan Format yang Benar

Ada berapa format yang bisa diterapkan saat menulis daftar pustaka yang sumbernya diambil dari internet? Sejauh ini ada 4 format. Mulai dari format penulisan MLA, APA, hingga CSE. Berikut selengkapnya.

  • Format APA (American Psychological Association)

Untuk format penulisan daftar pustaka ini, bisa dimulai dengan nama situs website, tanggal terbit, judul, waktu akses laman, dan link dalam bentuk URL. Begini contohnya:

Merdeka.com, (11 Maret 2020). 10 Manfaat Kayu Manis untuk Kecantikan. Diakses pada 15 Maret 2020, dari https://m.merdeka.com/jatim/10-manfaat-kayu-manis-untuk-kecantikan.html

  • Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Bagaimana susunannya? Anda bisa memulai dengan menuliskan nama website, judul artikel (dengan tanda kutip), deskripsi, tanggal artikel terbit, dan link dalam bentuk URL. Berikut contohnya:

Tirto.id, “Menguji Klaim Khasiat Jamu sebagai Penangkal Corona”, Uji-Coba Jamu sebagai Penangkal Korona, 16 Maret 2020, <https://tirto.id/menguji-klaim-khasiat-jamu-sebagai-penangkal-corona> [diakses pada 16 Maret 2020]

  • Format CSE atau Council of Science Editors

Susunan daftar pustaka ini bisa dimulai dengan menulis nama website, judul, deskripsi, tanggal artikel terbit, dan link dalam bentuk URL. Berikut contohnya:

Tirto.id. Menguji Klaim Khasiat Jamu Penangkal COVID-19 [internet]. Uji-Coba terhadap Jamu Penangkal Corona, 14 Maret 2020 [diakses 15 Maret 2020]. Tersedia dari https://tirto.id/menguji-klaim-khasiat-jamu-penangkal-covid-19

  • Format Dasar atau Standar

Susunan daftar pustakanya bisa dimulai dengan nama penulis, tahun terbit artikel, judul, link, dan tanggal (lengkap). Begini contohnya: Sawitri, Mei Yus. 2020. 6 Penyakit yang Bisa Muncul karena Sering Menahan Kencing, Harus Diwaspadai. https://m.bola.com/6-penyakit-yang-bisa-muncul-akibat-sering-menahan-kencing-harus-diwaspadai. (03 Januari 2020)

Bagaimana? Menulis daftar pustaka dari internet itu mudah, kan? Dengan adanya variasi format penulisan, Anda bebas memilih mau pakai yang mana. Kalau baru pertama kali bikin karya ilmiah, sebaiknya pakai yang versi standar saja karena banyak penggunanya. Selain lebih sederhana, susunannya juga enak diikuti.